Gerakan Jagoan Sehat adalah pilot project gerakan pemberdayaan dokter kecil untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak di SD Pesanggrahan 010, Jakarta Selatan.
Mengapa ini penting?
Miris rasanya, saat melihat ada perilaku jajan dan jajanan di sekolah dasar yang begitu tidak sehat. Siswa di rentang umur tersebut memiliki fase krusial dalam tahap perkembangan kecerdasan dan kepribadian. Alih alih didukung dengan gizi yang baik, mereka justru 'merusak diri sendiri' dengan membelanjakan uang mereka pada jajanan yang kurang sehat. Lihat saja pewarna pakaian, borax, pengawet mayat, saos busuk, dan banyak lagi yang tentunya tidak pantas mereka konsumsi.
Di sisi lain, adanya dokter kecil di sekolah hanya sebagai 'pajangan' karena tidak dirawat dan memiliki peran. Dokter kecil dijadikan ajang pelatihan besar besaran di awal tahun, lalu dibiarkan begitu saja. Padahal potensi mereka sebagai tutor sebaya tidak dapat diremehkan dampaknya. Maka dari itu, Gerakan ini menjadi penting untuk memberdayakan (empowering) dokter kecil dalam menjaga dan meningkatkan asupan gizi anak-anak di sekolah tersebut.
Harapannya dengan suksesnya project ini di satu sekolah, dapat menjadi acuan Kemendiknas atau Kemenkes untuk diaplikasikan di seluruh sekolah di seluruh Indonesia.
Apa yang kita lakukan?
1. Duta Jagoan Sehat: Pelatihan Dokter Kecil sebagai tutor sebaya
Dokter kecil akan diberdayakan sebagai agen kesehatan, yang memiliki fungsi mengajarkan pada anak-anak lain tentang cara hidup sehat, memilih jajanan yang tepat, serta makanan yang bergizi. Para dokter kecil akan dilatih oleh tutor yang berasal dari mahasiswa rumpun kesehatan di Universitas Indonesia.
2. #KantinSehat - Membedah kantin oleh ahlinya
Tidak hanya membentengi siswa, kantin pun harus dijaga agar sehat. Kami menggandeng Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) untuk melakukan assessment, memberikan rekomendasi dan sertifikasi kantin agar mereka layak dinyatakan sebagai kantin sehat - serta memberikan dampak positif bagi asupan gizi anak-anak.
3. #Bawabekal - Langkah Kecil yang revolusioner
Teorinya, bahwa bila setiap anak sudah sarapan di pagi hari, maka hal ini akan mengurangi perilaku jajan dengan drastis di masa istirahat. Selain itu sarapan yang tepat mampu meningkatkan daya serap dan kecerdasan anak. Maka dari itu kami melaksanakan gerakan #bawabekal setiap hari di sekolah, mewajibkan setiap anak membawa bekal untuk dimakan bersama pada 15 menit pertama jam sekolah (seperti tadarus/berdoa setiap pagi).
Siapa kami?
Kami adalah tim yang berawal dari PKM-Pengabdian Masyarakat, Insya Allah mewakili Universitas dalam ajang Pimnas di Mataram kelak. Sebuah keluarga yang siap melakukan hal kecil berdampak besar bagi bangsa ini.




0 comments:
Post a Comment